Our Forests

Posted by : Ajeng Nastiti Rachma.P. di 12/09/2012 07:12:00 PM 0 Comments



Indonesia has some of the richest forests in the world. The total area of  forested land is approximately 120 million hectares. The forest have existed for millions of years and they have much to offer us. There are important to their products, such as timber, rattan, resin, etc. they are also important for keeping the soil fertile. The leaves of the forest trees fall to the ground and become humus is fertilizer for the soil. The roots of the trees prevent the soil from being washed away by the rain.
Some years ago, the forests in Indonesia looked from the air like an unbroken carpet of green. Today there are a lot of bare patches where trees have been cut down and cleared. The trees have been cut down for the timber. Forests are cleared for farms, mines and settlements. In some areas the destruction is continuing at a very rapid rate. If we do not stop this, our forests will be gone by the end of this century.
Our government realizes this and has taken some steps to prevent the destruction. Some regulations have been issued to protect the forest. In addition, reforestation projects are being carried out. These projects are as important as other big development projects. It is our duty as good citizens to help the government carry out these programs successfully.


Why is the sunset red?

Posted by : Ajeng Nastiti Rachma.P. di 12/09/2012 07:00:00 PM 0 Comments
If you look at the sunset, you will find that it is usually red, with the colours spreading across the sky. Sometimes on a hot day you may notice that the sun is red too. Do you know why the sun or the sunset is red?
Of course the sun has not suddenly changed colour. It only has that colour during a certain time of the day. In fact, people looking at the sun thousands kilometers to the west may not find it red at all! The colours of the sun are produced by the distance that the sunlight has to travel throught the atmosphere. The lower the sun is in the sky, the longer the distance the light has to travel throught.
You see sunlight is a mixture of light of all colours. This mixture of light usully appears as white to our eyes. However, the atmosphere contains molecules of air, dust, water vapor and other impurities. As the light passes throught them, different colours are scattered by these particles. It happens that the atmospherescatters violet, blue, and green light more than it scatters the red or the yellow lights. When the sun is low in the sky, as during sunset, most of the violet, blue and green lights are scattered. This leaves only  red and yellow lights which spread across the sky at sunset. That is why we have red sunset.

Nick Name

Posted by : Ajeng Nastiti Rachma.P. di 5/09/2012 01:17:00 AM 0 Comments
Semua orang pasti punya nama panggilan alias nick name. Sebagian orang dipanggil menngunakan nama belakang atau nama depan mereka.I think, nama panggilan itu penting banget biar orang nggak bingung. Nick name nggak musti nyokap bokap yang nyiptain, kadang temen-temen yang super kreatif menciptakan sebuak nick name yang lebih sering dipakai daripada nama asli. seperti temen aku, Adinda, nama Adinda berarti adik, nah waktu dikelas dulu nama panggilannya sama temenku diganti jadik adek. Aku pengen nama panggilan baru sebenarnya, dari kecil aku dipanngil RACHMA, waktu di SMP temenku ada yang panggil aku RANA. nah jadilah itu nama aku kenalin sama temen-temen komunitas GITALOVERS, dll. Saat SMA nanti, aku pengen dipanggil dengan RARA. Nick name ini diambil waktu tentor B.Inggis sedang mengabsen, waktu giliranku aku ditanya nama panggilan, beliau menyarankan nama ini buat dijadikan nick name. setelah itu, aku berpikir, "Boleh juga nih! :)"
Tapi menurutku, kalau sekolahku tetep di kota yang sama, orang akan nggak kenal kita dengan nama panggilan kita. padahal cuma ganti nama panggilan, bisa-bisa aku dianggap ganti kepribadian juga, duh :'o
yah terserah merekalah, mengganti nama panggilan itu nggak merugikan kok, asal tetep pada norma-norma yang berlaku ya...bagi yang suka gonta ganti nama temen nggak boleh seenaknya juga, kalau dia nggak suka jangan diterusin, oke :D ?

Analisis Novel (Angkatan 20-30an) Bagian II

Posted by : Ajeng Nastiti Rachma.P. di 3/04/2012 10:44:00 AM 0 Comments

Layar Terkembang
Unsur Instrinsik Novel :
1. Tema : Emansipasi Wanita Indonesia
2. Latar / Setting : - Gedung Akuarium di Pasar Ikan,
- Rumah Wiriaatmaja
- Mertapura di Kalimantan Selatan
- Rumah Sakit di Pacet
- Rumah Partadiharja
- Gedung Permufakatan
3. Alur : Maju
4. Sudut Pandang : Orang ketiga yang ditandai dengan menggunakan nama dalam menyebutkan tokoh-tokohnya.
5. Penokohan
     a. Maria : Anak Raden Wiriaatmaja, seseorang yang mudah kagum,mudah memuji dan memuja,lincah dan periang.
     b. Tuti : Anak Raden Wiriaatmaja, seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan wanita,selalu serius,jarang memuji,pandai dan cakap dalam mengerjakan sesuatu.
     c. Yusuf : Putra Demang Munaf di Mrtapura, seseorang mahasiswa kedokteran yang pandai dan baik hati.
     d. Wiriaatmaja : Ayah dari Maria dan Tuti, seorang yang memegang teguh agama,baik hati dan penyayang
     e. Partadiharja : Adik Ipar Wiriaatmaja, seseorang yang baik hati, teguh pendirian dan peduli antar sesama.
     f. Saleh : Adik Partadiharja, seorang lulusan sarjana yang sangat peduli akan alam sehingga ia mengabdikan diri sebagai seorang petani.
     g. Rukamah : Sepupu Tuti dan Maria, seseorang yang baik hati dan suka bercanda.
     h. Ratna : Istri saleh, Seorang petani yang pandai dan baik hati.
     i. Juru Rawat : Seorang yang baik hati.
7. Amanat : - Jangan egois, tetaplah peduli pada lingkungan sekitarmu
-Perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demikian perempuan dapat lebih dihargai kedudukannya di masyarakat.
8. Sinopsis:
Tuti adalah putri sulung Raden Wiriatmadja.Dia dikenal sebagai seorang gadis yang pendiam teguh dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi wanita.Watak Tuti yang selalu serius dan cenderung pendiam sangat berbeda dengan adiknya Maria.Ia seorang gadis yang lincah dan periang.
Suatu hari, keduanya pergi ke pasar ikan.Ketika sedang asyik melihat-lihat akuarium, mereka bertemu dengan seorang pemuda.Pertemuan itu berlanjut dengan perkenalan.Pemuda itu bernama Yusuf, seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedokteran di Jakarta.Ayahnya adalah Demang Munaf, tinggap di Martapura, Sumatra Selatan.
Perkenalan yang tiba-tiba itu menjadi semakin akrab dengan diantarnya Tuti dan Maria pulang.Bagi yusuf, perteman itu ternyata berkesan cukup mendalam.Ia selal teringat kepada kedua gadis itu, dan terutama Maria.Kepada gadis lincah inilah perhatian Yusuf lebih banyak tertumpah.Menurutnya wajah Maria yang cerah dan berseri-seri serta bibirnya yang selalu tersenyum itu, memancarkan semangat hidup yang dinamis.
Esok harinya, ketika Yusuf pergi ke sekolah, tanpa disangka-sangka ia bertemu lagi dengan Tuti dan Maria di depan Hotel Des Indes. Yusuf pun kemudian dengan senang hati menemani keduanya berjalan-jalan.Cukup hangat mereka bercakap-cakap mengenai berbagai hal.
Sejak itu, pertemuan antara Yusuf dan Maria berlangsung lebih kerap.Sementara itu Tuti dan ayahnya melihat hubungan kedua remaja itu tampak sudah bukan lagi hubungan persahabatan biasa.
Tuti sendiri terus disibuki oleh berbagai kegiatannya.Dalam kongres Putri Sedar yang berlangsung di Jakarta, ia sempat berpidato yang isinya membicarakan emansipasi wanita.Suatu petunjuk yang memperlihatkan cita-cita Tuti untuk memajukan kaumnya.
Pada masa liburan, Yusuf pulang ke rumah orang tuanya di Martapura. Sesungguhnya ia bermaksud menghabiskan masa liburannya bersama keindahan tanah leluhurnya, namun ternyata ia tak dapat menghilangkan rasa rindunya kepada Maria. Dalam keadaan demikian, datang pula kartu pos dari Maria yang justru membuatnya makin diserbu rindu. Berikutnya, surat Maria datang lagi. Kali ini mengabarkan perihal perjalannya bersama Rukamah, saudara sepupunya yang tinggal di Bandung. Setelah membaca surat itu, Yusuf memutuskan untuk kembali ke Jakarta, kemudian menyusul sang kekasih ke Bandung. Setelah mendapat restu ibunya, pemuda itu pun segera meninggalkan Martapura.
Kedatangan Yusuf tentu saja disambut hangat oleh Maria dan Tuti.Kedua sejoli itu pun melepas rindu masing-masing dengan berjalan-jalan di sekitar air terjun di Dago.Dalam kesempatan itulah, Yusuf menyatakan cintanya kepada Maria.
Sementara hari-hari Maria penuh dengan kehangatan bersama Yusuf, Tuti sendiri lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca buku.Sesungguhpun demikian pikiran Tuti tidak urung diganggu oleh keinginannya untuk merasakan kemesraan cinta. Ingat pula ia pada teman sejawatnya, Supomo. Lelaki itu pernah mengirimkan surat cintanya kepada Tuti.
Ketika Maria mendadak terkena demam malaria, Tuti menjaganya dengan sabar.Saat itulah tiba adik Supomo yang ternyata disuruh Supomo untuk meminta jawaban Tuti perihal keinginandsnya untuk menjalin cinta dengannya.Sesungguhpun gadis itu sebenarnya sedang merindukan cinta kasih seorang, Supomo dipandangnya sebagai bukan lelaki idamannya. Maka segera ia menulis surat penolakannya.
Sementara itu, keadaan Maria makin bertambah parah.Kemudian diputuskan untuk merawatnya di rumah sakit.Ternyata menurut keterangan dokter, Maria mengidap penyakit TBC. Dokter yang merawatnya menyarankan agar Maria dibawa ke rumah sakit TBC di Pacet, Sindanglaya Jawa Barat.Perawatan terhadap Maria sudah berjalan sebulan lebih lamanya. Namun keadaannya tidak juga mengalami perubahan.Lebih daripada itu, Maria mulai merasakan kondisi kesehatan yang makin lemah. Tampaknya ia sudah pasrah menerima kenyataan.
Pada suatu kesempatan, disaat Tuti dan Yusuf berlibur di rumah Ratna dan Saleh di Sindanglaya, disitulah mata Tuti mulai terbuka dalam memandang kehidupan di pedesaan. Kehidupan suami istri yang melewati hari-harinya dengan bercocok tanam itu, ternyata juga mampu membimbing masyarakat sekitarnya menjadi sadar akan pentingnya pendidikan. Keadaan tersebut benar-benar telah menggugah alam pikiran Tuti. Ia menyadari bahwa kehidupan mulia, mengabdi kepada masyarakat tidak hanya dapat dilakukan di kota atau dalam kegiatan-kegiatan organisasi, sebagaimana yang selama ini ia lakukan, tetapi juga di desa atau di masyarakat mana pun, pengabdian itu dapat dilakukan.
Sejalan dengan keadaan hubungan Yusuf dan Tuti yang belakangan ini tampak makin akrab, kondisi kesehatan Maria sendiri justru kian mengkhawatirkan.Dokter yang merawatnya pun rupanya sudah tak dapat berbuat lebih banyak lagi.Kemudian setelah Maria sempat berpesan kepada Tuti dan Yusuf agar keduanya tetap bersatu dan menjalin hubungan rumah tangga, Maria menghembuskan napasnya yang terakhir. “Alangkah bahagianya saya di akhirat nanti, kalau saya tahu, bahwa kakandaku berdua hidup rukun dan berkasih-kasihan seperti kelihatan kepada saya dalam beberapa hari ini. Inilah permintaan saya yang penghabisan dan saya, saya tidak rela selama-lamanya kalau kakandaku masing-masing mencari peruntungan pada orang lain”. Demikianlah pesan terakhir almarhum Maria. Lalu sesuai dengan pesan tersebut Yusuf dan Tuti akhirnya tidak dapat berbuat lain, kecuali melangsungkan perkawinan karena cinta keduanya memang sudah tumbuh bersemi.

Analisis Novel (Angkatan 20-30an) bagian I

Posted by : Ajeng Nastiti Rachma.P. di 3/04/2012 10:42:00 AM 0 Comments

Siti Nurbaya

Unsur Intrinsik

1. Tema : Percintaan dua remaja belia
2. Tokoh :

Tokoh dan Watak
1.       Siti Nurbaya Baik, Penyayang, Penurut
2.      Samsul Bahri Baik, Perhatian
3.      Datuk Maringgih Kejam, Jahat, Serakah
4.      Baginda Sulaiman Penyabar, Bijaksana, Baik
5.      Sutan Mahmud Keras Hati, Baik, Bijak
6.      Siti Maryam Baik, Penyabar

3. Latar :
a. Waktu : Tahun 20 – 30an (Sebelum kemerdekaan)
b. Tempat : Padang, Sumatra Barat dan Jakarta
c. Situasi : Menyenangkan, Menyedihkan, Menegangkan,
       Mengharukan
d. Sosial Budaya : Padang, Sumatra Barat

4. Amanat :
1. Jangan menjadi orang yang serakah!

Karakteristik Novel Angkatan 20-an dan Angkatan 30-an

Posted by : Ajeng Nastiti Rachma.P. di 3/04/2012 10:38:00 AM 0 Comments

Membandingkan Karakteristik Novel Angkatan 20-an dan Angkatan 30-an


No
Novel Angkatan 20-an
No
Novel Angkatan 30-an
Struktur estetika
1
Gaya Bahasa Menggunakan Perumpamaan
1
Beralur maju

2
Alur maju
2
Teknik perwatakan
3
Watak datar
3
Tidak banyak digresi, sehingga alurnya menjadi erat
4
Kisah pengisahan orang ke-3
4
Pusat pengisahan dengan orang ke-3 objektif
5
Banyak digresi (sisipan) peristiwa yang tidak berhubungan dengan inti cerita
5
Bergaya romantik, dan
6
Bersifat didaktis (mendidik), ditujukan kepada pembaca untuk member nasehat, dan
6
Gaya bahasanya tidak banyak menggunakan perumpamaan
7
Bercorak romanatik, melarikan diri dari masalah kehidupan sehari - hari


Struktur ekstraestetika
1
Masalah adat nikah paksa
1
Masalahnya bersangkut paut pada kehidupan masyarakat kota
2
Pertentangan paham kaum muda dengan kaum tua
2
Ide nasionalisme dan cita – cita kebangsaan banyak mewarnai
3
Pada umumnya berlatar di pedesaan
3
Bersifat didaktis
4
Cerita bermain seputar zaman, dan


5
Cita – cita kebangsaan belum dipermasalahkan


Contoh novel angkatan 20-an
-          Siti Nurbaya
-          Arab Sengsara
-          Pertemuan
-          Darah muda, dll.
Contoh novel angkatan 30-an:
-          Layar terkembang


Lyric SNSD & Super Junior - Seoul Song

Posted by : Ajeng Nastiti Rachma.P. di 3/04/2012 10:36:00 AM 0 Comments

Kyuhyeon: eoneusae haruka ddo jinago
jibeuro hyanghan nayeh balgeoreum
bupun gaseumeh cheoeum shijakhaettdeon keu man keudaero

Jessica: gakkeumeun pi gonhan ilsangsokeh
jichyeobeorin nae momeul ikkeulgo
gireul ddaraseo sumswigo ittneun nayeh jayu

Yes~! neukkyeobwa huimang gadeukhan sesang
Yes~! jeogi nopeun mirae hyanghaeseo
s.e.o.u.l hamkke bulleobwayo kkumi irweojil areumdaun sesang
Ryeouk: eodi seona jeulkeo umi neomchineun got~ saranghae~!
s.e.o.u.l hamkke oechyeobwayo eodiseoreodo useul su ittneun
Taeyeon: haengbok~~ moduga hanadwoeneun sesang

Donghae: eodiseo kkeojyeobeorin naemoseub
huhwoe eobshi saljin anhattneunji
bupun huimangeh cheoeum seolettdeon geumam geudaero
Seohyeon: alsueobneun naeil ii kungkeum hae
eoryeobgo heomhanil ii saenggyeodo gyeondil su isseo negeh bukkeuryeobji anhdorok

Yes~! neukkyeobwa huimang gadeukhan sesang
Yes~! jeogi nopeun mirae hyanghaeseo
s.e.o.u.l hamkke bulleobwa yo kkumi irweojil areumdaun sesang
Ryeowook: eodiseona jeulkeoumi neomchineun got~ saranghae
s.e.o.u.l hamkke oechyeobwayo eodiseorado useul su ittneun

Sunny: haengbok moduga hanadwoeneun sesang mandeureoyo
Sungmin: duryeoun naldo ddaerun himideulddaedo
Taeyeon: moduga himeulmoa kkumeh nalgae pyeol chyeoyo~~~ ooh

s.e.o.u.l (Taeyeon: Weo ooh hu~~)
hamkke bullyeobwayo kkumi irweojil areumdaun sesang (Kyuhyun: sesang~!)
Ryeowook: eodiseona jeulgaumi neomchinneun (Jessica: neomchineun got~) got saranghae
s.e.o.u.l hamkke oechyeobwayo eodiseonado useul su ittneun
haengbok moduga hanadwoeneun sesang mandeuleoyo